"Ada yang bilang, ngapaian Traveling? Ngabisin duit aja, Mending duitnya ditabung untuk maasa depan
Bukannya traveling itu justru sebuah tabungan sesungguhnya.. Menemukan Pendidikan Karakter, Mental, Nurani terhadap Manusia dan Alam :)
Sudahlah jangan takut miskin uang habis untuk jalan-jalan.
Justru kau nanti akan menyesal setelah tua karena belum pernah kemana-mana "
"Ahh... traveling ya? saya sering kok" Gumamku merasa perlu melakukan pembelaan setelah membaca tulisan semacam itu.
Menjalani kehidupan di kota Semarang, ibukota Propinsi Jawa Tengah selama hampir 23 Tahun dimulai sejak saya lahir bukan berarti saya ga pernah menclok ke sana sini :D
hampir setiap tahun saya mengunjungi rumah Nenek di Ngawi, Jawa Timur.
Awalnya kami sekeluarga berpergian naik Bus Antar kota Antar Propinsi, tapi semenjak Kendaraan roda dua banyak digunakan untuk event mudik lebaran, akhirnya kami pun sepakat tidak menggunakan Bus lagi, melainkan menaiki Kendaraan roda dua ke Rumah Nenek yang jarak nya memakan waktu hampir 5 - 6 jam.
Banyak keuntungan menaiki kendaraan sendiri, Bapak yang juga senang bertamasya sering mengajak kami mampir di tempat wisata ketika hendak menuju rumah nenek di Ngawi, seperti mengunjungi Tawangmangu, wisata alam di Karanganyar dan Wisata Telaga Sarangan di Magetan.
Objek wisata di kota Semarang pun beragam
Mulai dari Lawang Sewu, bangunan tua yang letaknya tepat di tengah kota.
Pintu nya yang sangat banyak membuat bangunan tua peninggalan penjajah ini dinamakan Lawang Sewu yang artinya pintu seribu. Lawang sewu dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907 oleh kolonial Belanda. Bangunan tua tersebut dulu setelah merdeka digunakan sebagai kantor PT. Kereta Api Indonesia, pernah juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/ Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Perhubungan Jawa Tengah.
Gedung tua ini pernah menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Sampai sekarang banyak wisatawan yang berkunjung di lawang sewu dari pagi sampai malam hari.
Aura mistis dari bangunan kuno tersebut langsung menguar begitu kalian memasuki pintu gerbangnya apalagi di malam hari.
Lawang sewu punya bangunan bawah tanah, yang dulu semasa dijajah digunakan untuk memenjarakan tawanan dengan cara yang kejam, karena di ruang bawah tanah hanya ada dua jenis ruang tahanan, yaitu Tahanan duduk dan Tahanan berdiri. dibalik jeruji berukuran sempit itu di jejalkan banyak sekali tahanan sehingga untuk duduk pun para tahanan tidak bisa melakukannya makanya di beri nama tahanan berdiri. dan sebaliknya tahanan duduk mempunyai ketinggian tidak sampai sepinggang orang dewasa di balik jerujinya, jadi bisa dibayangkan di kurung di ruangan sempit pengap tanpa cahaya selamanya dalam posisi duduk? memang sadis penjajah jaman dulu.
ada lagi wisata kota lama yang sampai sekarang masih dijaga dan dirawat oleh pemerintah
di kawasan kota lama, ada salah satu bangunan yang sangat menarik perhatian wisatawan yang sering disebut dengan gereja blenduk karena kubah atas nya yang blenduk (Menggembung)
Nah.. setelah melihat objek wisata tempoe dulu, mari saya perlihatkan objek wisata kota Semarang di Era sekarang :)
Pemandangan yang hampir mirip di kota Palembang , tapi kita bisa melihatnya di tepian Sungai Banjir Kanal Barat. di Semarang juga ada setidaknya dua nama sungai selain Banjir kanal Barat ada juga Sungai Banjir Kanal Timur, nah kalo objek wisata di daerah yang dekat dengan Sungai Banjir kanal timur adalah sebuah wisata religi , yaitu Masjid Agung Jawa Tengah :)
Kalau mau bersantap dengan view yang indah di Kota Semarang, datang saja ke tempat kuliner plus wisata Kampoeng laut
Objek wisata yang satu ini adalah Sam Poo Kong, masih berada di Kota Semarang berdiri megah bangunan sangat mencolok dengan warna merah terangnya.
Permukaan kota semarang termasuk unik, karena selain datar ada juga yang berbukit bukit, maka tidak heran banyak yang mengatakan daerah Semarang Bawah dan Semarang Atas.
Pemandangan yang bisa kita lihat dari Semarang Atas di Alam Indah , daerah Gombel.
Apabila kita ke daerah atas lagi, di daerah Ungaran ada wisata alam Candi Gedong Songo yang berada di Kabupaten Semarang, saya sering berkunjung kesini terakhir sampai membangun tenda untuk bermalam di acara Organisasi kampus dulu. Keren pokoknya :)
Letaknya dekat dengan Candi gedong songo, masih searah dan pemandangan nya tak kalah mempesona ada di Umbul Sidomukti. tempat wisata yang terbilang masih baru namun ramai pengunjung.
Vihara yang terletak di Watu Gong ini dari jauh sudah membuat kita berdecak kagum, ada di Semarang juga :)
Yang sedang dalam perjalanan dinas atau mengunjungi rumah saudara atau teman di Kota Semarang, Cobalah datang ke tempat tempat yang saya sebutkan di atas :)
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar